Tulisan ini saya dedikasikan untuk kalian yang beralasankan "jarak dan kesibukan". Semoga bisa intropeksi diri dan sayangilah mereka selagi ada waktu :)
Would "jarak dan sibuk" have made any difference? Jarak doesnt means anything dan sibuk is just a word. Bukan begitu?. Kalian hidup di zaman dimana teknologi canggih bukan surat-suratan yang menghabiskan kertas beberapa lembar, tinta pena, dan yang hari ini dikirim dua minggu kedepan baru mendapatkan balasannya. Tidak, jika ada? Kamu Harus Bangkit dan belajarlah untuk tidak primitif di era ini. Jarak itu tidak berarti apa-apa hanya beberapa kilometer dan kamu masih bisa memperkirakannya. Jika jarak adalah alasan untuk sulit berkomunikasi, face to face, dan tertawa bersama. Itu saja tidak cukup untuk dijadikan sebuah alasan. Pikirkanlah alasan logisnya, mulai dari sekarang! Jangan hanya karena jarak semuanya berubah, bukan jarak yang merubah hubungan tapi kalian yang ingin merubahnya. It depends on you guys, bagaimana cara berpikir dan bertidak. Jangan menggunakan sesuatu untuk sebuah alasan. Kalian bisa tertawa melalui skype, kalian bisa mengobrol tanpa memikirkan waktu dengan Hp, kalian dapat bertukar foto melalui facebook. Kalau masih ada kalimat ini "ah, tetap aja lebih seru ketemu. Bahagianya beda" bahagia tidak ditentukan dari seberapa dekat wajah, bahagia dibentuk dengan berbagai cara terbaik yang kalian miliki. "Tetap saja quality timenya lebih dapat" Quality time itu apa? Intens ketemu? Gakan. Quality time itu sebaik apa kamu menghabiskan waktu untuk bersama dan bahagia. Kamu juga bisa Quality time dengan jarak kok. "Ngomongsih gampang, gimana kalau elu yang ngerasaain langsung".Sekarang akan ada pertanyaan muncul "pernah ngerasain sensasinya rindu ga?" kalau pernah, kamu berhasil bertemankan jarak. Karena mereka yang berjarak lah yang mengerti arti "rindu" sesungguhnya. Kalau tidak? Kamu bukanlah "orang yang pantas untuk di rindukan". Make it simple.
Untuk yang alasannya sibuk. Kerja apasih? Kuliah apa sih? Kegiatan apa sih? Makan minum apasih? Yang akan menghabiskan waktu 24jam?. 1 hari ada 24jam jika uraiannya seperti ini jam 6 : kamu bangun sholat shubuh, sarapan, dan siap ngampus/sekolah, jam 7 : sampai kampus, duduk sama teman-teman, bercerita sambil nungguin dosen, dan update status di media sosialmu. Jam 8-jam 12 kamu sibuk ngampus/sekolah. Jam 1 sholat dzuhur dan makan siang. Jam 2 : kamu kerja paruh waktu sampai jam 4. Jam 4 : kamu sholat ashar, jam 5 : kamu istrhat sejenak. Jam 7: shoat maghrib, ngaji, makan. Jam 8 : sholat isya. Jam 9- jam 1 malam : kerja tugas dari dosen/guru. Jam 2- jam 6 tidur lagi :) jika bukan hari ini, mungkin kamu bisa meluangkan waktu besoknya dan seterusnya. Jika masih sibuk,
Hidup kamu sempurna. Sesempurna kesibukanmu, sekompleks itu kah sibuk mu? Dari contoh tadi antara sholat isya dan kerja tugas, antara sholat dzuhur dan makan masih ada sedikit waktu untuk menyapa? 2menit sangat berarti untuk orang yang kamu sayangi. Kamu hidup bukan untuk sibuk,kasarnya sih "menyibukkan diri". Jangan menggunakan alasan-alasan yang sepertinya kurang "nyaman" di dengar teman mu. Karena setiap detik semua bisa berubah. Merubah semuanya. People will come, leave and stay. kamu akan bilang "mengertilah, sibuknih" merakapun akan berkata "aku sedang meluangkan waktu sibukku untuk bertanya "lagi apa?"
"Ribut ih, allay. Entar gue nelfon balik" mereka juga bisa berkata "maaf menganggu tapi aku kangen". Lebih parah lagi kalau kamu akan bilang "lu gapunya kerjaan lain selain nelfon gue, tugas gue numpuk, deadlinenya besok, gue lagi ngurus revisi gue dan blablabla" kemudian mereka akan membalasnya untuk membuatmu mengerti "iyah, sibuk aja. Semoga kamu baik-baik. Aku juga sibuk. Aku kira kita sama-sama punya tugas masing-masing tapi aku meluangkan beberapa menit ku untuk bertanya apa kamu baik-baik saja karena kamu terlalu sibuk, aku takut kamu akan sakit jadi aku menelfonmu".
AKHIRNYA kamu punya waktu dan kamu kangen dengan santainya kamu akan menelfon kemudian bilang "SOMBONG SEKARANG MAH UDAH GAPERNAH NELFON LAGI", "KEMANA AJA LO? LUPA AMA TEMEN" "SOK SIBUK BANGET SIH LU? KAYAK PENTING AJA" DUH NYESEL GUE NELFON LU, TERNYATA LU SIBUK".
Segampang itu kah memporak porandakan hati orang? Menjungkir balikkan perasaan orang?
Berhentilah beralasan dengan jarak dan sibuk! luangkan waktumu untuk mereka yang berusaha meluangkan waktunya, jangan jadi orang yang menyibukkan diri, life too short. jangan ada penyesalan di akhir skenario hidup mu :)
"Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, “Sejahat-jahat teman ialah yang memaksa engkau bermuka-muka dan memaksa engkau meminta maaf atau selalu mencari alasan. ”
No comments:
Post a Comment