Thursday, 12 May 2016

Benalu?

Dari suatu pernyataan dan pertanyaan kita merajut kata membentuk harapan indah dalam istana kita. Aku mengajakmu menikmati senja sore ini aku tak pernah tau sebelumnya jika kau adalah pemuja senja. Salah satu tujuan tuhan menciptakan senja untuk kita nikmati keindahannya tapi aku bisa menikmati sisi lain selain senja yah senyum yang terlihat dari lengkungan bibirmu manismu itu. hari demi hari kita tertawa melepas beban dan ketika aku mulai lelah kau merebahkan kepalaku kebahmu mungkin kau mulai tau bagaimana wajah kusut karena lelah ini butuh bahu sebagai sandaran. Kini, aku mulai lelah aku mulai lelah karena kau penyebab lelahku. Hubunganku dengan kekasihku (oh, sekarang dia kekasihmu) memang bukan hubungan yang sempurna.
Penuh ketegangan karena disembunyikan, penuh keraguan karena dihantui ketidakpastian, dan penuh tangis karena diwarnai berkali-kali wacana perpisahan. Akan tetapi aku , dan dia, bahagia.Pada saat itu.Tentu saja kehadiran mu sebagai benalu di tengah kami bukan hal yang disengaja.Kehadiran kau  , disengaja. Di tengah kami, tidak. Karena kau tidak tahu. Dan saya tidak menyalahkan kau . Memang seharusnya, tidak ada yang tahu.
Karena di dalam hati kecil kami, hubungan ini mmang akan hancur.
Pada waktunya. Yah apa benalu itu datang membawa kebahagian untukmu ? apa dia juga penikmat senja sepertimu? Apa dia mampu membuat kau tertawa? Apa dia memperlihatkan senja yang sama dengan yang kuperlihatkan dulu? Apa dia memeluk erat mimpimu seperti yang kulakukan dulu? Apa dia selalu bertanya tentang lengkung indah di bibirmu itu? apa dia mampu membuatmu merebahkan bahumu untuknya? Apa dia tdk pernah ingin berpikir bagaimana lukaku? Apa dia hanya berpikir bagaimana bahagiamu dan dia? Bagaimana dengan aku? Yah, aku mulai sadar cinta tdk hanya milik kita berdua akan ada harapan baru yang dapat menggantikan harapanku .. aku menyebut pertemuan ini sebagai pertemuan indah sementara kau menganggap ini konspirasi semesta. Kekonyolan apa yang sedang dimainkan benalu cantik itu? Jawab aku? Seindah apa benalu yang kini menempel dalam konspirasi semesta ini. Benalu? Pantaskah aku menyebutnya benalu? Aku meneteskan air mata bahkan berteriak konyol demi mendapatkan pernyataan dan jawaban. Tapi percuma, aku mulai berpikir keras aku masih memiliki kebahagiaan yang sedang menantiku disebelah guling tidurku dan disela mentari pagi yang menyinari ruang kamarku yang masuk dari celah celah jendela kamarku.
Hai benalu indah miliknya Dengarkan aku! Mainkan dramamu dan dapatkan karmamu! Tidak ini bukan kutukan inilah yang disebut konspirasi semesta..  ahh tidak bukan itu yang mesti ku katakan padamu..
"Hai benalu indah miliknya, dengarkan aku sekali lagi! Aku mulai memaafkanmu, mencintaimu, bahkan berterima kasih padamu jagalah pemuja senjaku bahagiakan dia dan peluklah dia ketika dia lelah.
Jangan pernah bertanya padaku salahkah kau menjadi benalu dalam relasi cintaku dan dia. Aku tak mampu menjawabnya? Hanya saja jika dia mampu menjaga cintaku ini takakan terjadi. Dan cinta bukan hanya milik aku dan dia tapi kau juga berhak memilikinya..
Aku berhak bahagia tapi mungkin bukan dengannya..
Hai benalu indah miliknya bawalah dia dan tinggalkanlah luka ini untukku yah sakit tapi tidak ada luka yang abadi  :) 

No comments:

Post a Comment