Tuesday, 19 May 2020

Aku mungkin bukan dari seribu orang yang paham bagaimana rasanya tidak memaafkan. aku masih gigih dengan keadaaan yang sama. Berharap perjuangan untuk direstui semesta. Aku fokus pada semesta yang enggan berpihak, aku lupa "kamulah yang tidak menginginkan itu". sekian lama aku menapakkan kaki sendiri untuk hubungan yang berlandaskan "Kita". aku sadar "aku berjalan untuk aku".


menepi.
luka.
senyum.
mengakhiri.
luka.


Hanya ada aku yang terluka, tidak! aku melukai aku hingga aku dilukai aku.

Tuesday, 30 August 2016

Thanks all

Dear u all ma gengs, Being apart from u is more difficult than I ever imagined. I love u with all my heart, I cherish every moment and Qualitytime with u that never fail. We Did foolish things, craziness, and comfort, used to cry gether. Time flies, distance comes back again but as far as distance makes space between us, you still there by my side. I'll feel your hand on my shoulder, your fingers in my hair, and the soft breath of yours :( thankiss for everything that we did,  thankiss take me in your arm, hold my hand, love me so deeply, and completely. We can face time wherever and whenever we want, but I'll miss you so badly. Actually, I dont want to share my feelings, it will make u laugh away. Hate this! But dunno why should I share this? Guys, we must be success and make our dreams come true. Guys, sorry all about my mistakes, I  am "excited" and "lucky" to having u, to love u, and being apart of your life. lovelovelove❤ more important, I wanna know 'bout how to paid off it? Just pray to Allah, we'll always together till jannah *Amin
Eh am forget one important thing than, When you read this, you cry yeah "ugly cry" where your voice catches in your throat, and your nose is red❤ like it so much!

Saturday, 28 May 2016

Ada apa dengan jarak dan kesibukan?

Tulisan ini saya dedikasikan untuk kalian yang beralasankan "jarak dan kesibukan". Semoga bisa intropeksi diri dan sayangilah mereka selagi ada waktu :)

 Would "jarak dan sibuk" have made any difference? Jarak doesnt means anything dan sibuk is just a word. Bukan begitu?. Kalian hidup di zaman dimana teknologi canggih bukan surat-suratan yang menghabiskan kertas beberapa lembar, tinta pena, dan yang hari ini dikirim dua minggu kedepan baru mendapatkan balasannya. Tidak, jika ada? Kamu Harus Bangkit dan belajarlah untuk tidak primitif di era ini. Jarak itu tidak berarti apa-apa hanya beberapa kilometer dan kamu masih bisa memperkirakannya. Jika jarak adalah alasan untuk sulit berkomunikasi, face to face, dan tertawa bersama. Itu saja tidak cukup untuk dijadikan sebuah alasan. Pikirkanlah alasan logisnya, mulai dari sekarang! Jangan hanya karena jarak semuanya berubah, bukan jarak yang merubah hubungan tapi kalian yang ingin merubahnya. It depends on you guys, bagaimana cara berpikir dan bertidak. Jangan menggunakan sesuatu untuk sebuah alasan. Kalian bisa tertawa melalui skype, kalian bisa mengobrol tanpa memikirkan waktu dengan Hp, kalian dapat bertukar foto melalui facebook. Kalau masih ada kalimat ini "ah, tetap aja lebih seru ketemu. Bahagianya beda" bahagia tidak ditentukan dari seberapa dekat wajah, bahagia dibentuk dengan berbagai cara terbaik yang kalian miliki. "Tetap saja quality timenya lebih dapat" Quality time itu apa? Intens ketemu? Gakan. Quality time itu sebaik apa kamu menghabiskan waktu untuk bersama dan bahagia. Kamu juga bisa Quality time dengan jarak kok. "Ngomongsih gampang, gimana kalau elu yang ngerasaain langsung".Sekarang akan ada pertanyaan muncul "pernah ngerasain sensasinya rindu ga?" kalau pernah, kamu berhasil bertemankan jarak. Karena mereka yang berjarak lah yang mengerti arti "rindu" sesungguhnya. Kalau tidak? Kamu bukanlah "orang yang pantas untuk di rindukan". Make it simple.
Untuk yang alasannya sibuk. Kerja apasih? Kuliah apa sih? Kegiatan apa sih? Makan minum apasih? Yang akan menghabiskan waktu 24jam?. 1 hari ada 24jam jika uraiannya seperti ini jam 6 : kamu bangun sholat shubuh, sarapan, dan siap ngampus/sekolah, jam 7 : sampai kampus, duduk sama teman-teman, bercerita sambil nungguin dosen, dan update status di media sosialmu. Jam 8-jam 12 kamu sibuk ngampus/sekolah. Jam 1 sholat dzuhur dan makan siang. Jam 2 : kamu kerja paruh waktu sampai jam 4. Jam 4 : kamu sholat ashar, jam 5 : kamu istrhat sejenak. Jam 7: shoat maghrib, ngaji, makan. Jam 8 : sholat isya. Jam 9- jam 1 malam : kerja tugas dari dosen/guru. Jam 2- jam 6 tidur lagi :) jika bukan hari ini, mungkin kamu bisa meluangkan waktu besoknya dan seterusnya. Jika masih sibuk,
Hidup kamu sempurna. Sesempurna kesibukanmu, sekompleks itu kah sibuk mu? Dari contoh tadi antara sholat isya dan kerja tugas, antara sholat dzuhur dan makan masih ada sedikit waktu untuk menyapa? 2menit sangat berarti untuk orang yang kamu sayangi. Kamu hidup bukan untuk sibuk,kasarnya sih "menyibukkan diri". Jangan menggunakan alasan-alasan yang sepertinya kurang "nyaman" di dengar teman mu. Karena setiap detik semua bisa berubah. Merubah semuanya. People will come, leave and stay.  kamu akan bilang "mengertilah, sibuknih" merakapun akan berkata "aku sedang meluangkan waktu sibukku untuk bertanya "lagi apa?"
"Ribut ih, allay. Entar gue nelfon balik" mereka juga bisa berkata "maaf menganggu tapi aku kangen". Lebih parah lagi kalau kamu akan bilang "lu gapunya kerjaan lain selain nelfon gue, tugas gue numpuk, deadlinenya besok, gue lagi ngurus revisi gue dan blablabla" kemudian mereka akan membalasnya untuk membuatmu mengerti "iyah, sibuk aja. Semoga kamu baik-baik. Aku juga sibuk. Aku kira kita sama-sama punya tugas masing-masing tapi aku meluangkan beberapa menit ku untuk bertanya apa kamu baik-baik saja karena kamu terlalu sibuk, aku takut kamu akan sakit jadi aku menelfonmu".
AKHIRNYA kamu punya waktu dan kamu kangen dengan santainya kamu akan menelfon kemudian bilang "SOMBONG SEKARANG MAH UDAH GAPERNAH NELFON LAGI", "KEMANA AJA LO? LUPA AMA TEMEN" "SOK SIBUK BANGET SIH LU? KAYAK PENTING AJA" DUH NYESEL GUE NELFON LU, TERNYATA LU SIBUK".
Segampang itu kah memporak porandakan hati orang?  Menjungkir balikkan perasaan orang?
Berhentilah beralasan dengan jarak dan sibuk! luangkan waktumu untuk mereka yang berusaha meluangkan waktunya, jangan jadi orang yang menyibukkan diri, life too short. jangan ada penyesalan di akhir skenario hidup mu :)

"Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, “Sejahat-jahat teman ialah yang memaksa engkau bermuka-muka dan memaksa engkau meminta maaf atau selalu mencari alasan. ”

Thursday, 12 May 2016

Tak bisa kah kau romantis?


Aku membanting beberapa gelas, jelas saja ia terus memarahi ku.
Selalu berkata "aku capek! Jangan banyak nanya".
Lantas aku ini apa bagi mu? Hanya figura yang sesekali dapat kau lihat saat ada waktu senjang mu?
Rasanya ingin bergegas pergi dan meninggalkan semuanya. Untuk mengkhawatirkan sakit ku saja tidak. Tak bisa kah kau romantis?
"Sudahlah jes, kita udah sama-sama dewasa. Jangan bertingkah!" dia menggerutu sedari tadi hampir saja ku bungkam mulut nya dengan tissu.
Aku menatap wajah lelahnya, rasa iba dan sayang itu muncul dalam balutan kekekhawatiran.
"Nih tissu, ada keringat di kerutan dahi mu"
"Makasih sayang", katanya lirih
"Iyah, kamu capek?
"Ga kok, cuma agak lelah aja".
"Bedanya?"
"Gaadasih, aku pulang yah. Besok aku kesini lagi".
Ia pergi, aku terus memandangnya berharap ia baik-baik saja. Sesekali aku berharap ia akan berhenti dan berkata "love you".
Tapi itu tidak akan terjadi hanya karena aku memohon sambil menangis pada bintang jatuh.
Tak bisa kah kau romantis?
Hari itu, aku sakit. Aku yakin akan seperti biasanya kali ini tenggorokan ku sakit seakan malaikat maut menarik ulur. Ia datang menjenguk ku dan bertanya seperti biasa, "sayang, sakit yah? Makan gih, paksain".
Aku menggeleng menandakan aku gabisa.
Aku merasa aku haus, diatas meja hanya ada segelas air putih dan pipet. Bagaimana aku akan meminumnya dengan keadaan begini? Pikirku. Ia menatap ku, rasanya rasa haus ku hilang sesaat karena tatapan itu.
"Minum?."
Aku menggelengkan kepala ku lagi.
"Pake pipet aja yang, usahain."
Aku menepis pipet yang ia berikan. Aku terdiam, dia terdiam. Aku takut ia akan marah.
Aku melihatnya membersihkan tangannya dengan tissu di atas meja belajar ku. David menuangkan air ketangannya dan memintaku untuk minum dari tangannya. Aku melakukannya. Ku usap air mata yang menggenang di pelupuk mata ku, untuk pertama kalinya ia melakukan ini.
David, membawaku berjalan-jalan mengelilingi taman siang itu. Panas terik matahari seakan membakar kulit tubuh ku, lagi dan lagi David menggunakan tangannya untuk menutupi kepala ku, bahkan sesekali ia menghalangi matahari untuk tidak mengenaiku. Ada kah yang lebih romantis dari ini?.
Kami berhenti dan duduk di bangku taman.
"Sayang, maaf karena aku tak bsa seperti yang lain. Aku hanya bisa memanggil mu sayang tanpa bertanya apa kau baik-baik saja? Kau terus merawat ku dengan tangan halus mu dan aku? Hanya melambaikan tangan ku ketika aku pergi meninggalkan mu. Kau terus mencintai ku dengan segala perhatian mu sedang aku? Aku mencintaimu dalam diam tanpa tahu apa yang di inginkan pacar ku".
Aku memeluknya erat dan berkata "tetaplah seperti itu, tanpa harus romantis. Aku mencintai mu tanpa syarat, maaf karena aku sempat mengagungkan keegoisanku hanya karena iri terhadap teman-temanku, maaf. Love you"
"Love you too, cepat sembuh yang".

Benalu?

Dari suatu pernyataan dan pertanyaan kita merajut kata membentuk harapan indah dalam istana kita. Aku mengajakmu menikmati senja sore ini aku tak pernah tau sebelumnya jika kau adalah pemuja senja. Salah satu tujuan tuhan menciptakan senja untuk kita nikmati keindahannya tapi aku bisa menikmati sisi lain selain senja yah senyum yang terlihat dari lengkungan bibirmu manismu itu. hari demi hari kita tertawa melepas beban dan ketika aku mulai lelah kau merebahkan kepalaku kebahmu mungkin kau mulai tau bagaimana wajah kusut karena lelah ini butuh bahu sebagai sandaran. Kini, aku mulai lelah aku mulai lelah karena kau penyebab lelahku. Hubunganku dengan kekasihku (oh, sekarang dia kekasihmu) memang bukan hubungan yang sempurna.
Penuh ketegangan karena disembunyikan, penuh keraguan karena dihantui ketidakpastian, dan penuh tangis karena diwarnai berkali-kali wacana perpisahan. Akan tetapi aku , dan dia, bahagia.Pada saat itu.Tentu saja kehadiran mu sebagai benalu di tengah kami bukan hal yang disengaja.Kehadiran kau  , disengaja. Di tengah kami, tidak. Karena kau tidak tahu. Dan saya tidak menyalahkan kau . Memang seharusnya, tidak ada yang tahu.
Karena di dalam hati kecil kami, hubungan ini mmang akan hancur.
Pada waktunya. Yah apa benalu itu datang membawa kebahagian untukmu ? apa dia juga penikmat senja sepertimu? Apa dia mampu membuat kau tertawa? Apa dia memperlihatkan senja yang sama dengan yang kuperlihatkan dulu? Apa dia memeluk erat mimpimu seperti yang kulakukan dulu? Apa dia selalu bertanya tentang lengkung indah di bibirmu itu? apa dia mampu membuatmu merebahkan bahumu untuknya? Apa dia tdk pernah ingin berpikir bagaimana lukaku? Apa dia hanya berpikir bagaimana bahagiamu dan dia? Bagaimana dengan aku? Yah, aku mulai sadar cinta tdk hanya milik kita berdua akan ada harapan baru yang dapat menggantikan harapanku .. aku menyebut pertemuan ini sebagai pertemuan indah sementara kau menganggap ini konspirasi semesta. Kekonyolan apa yang sedang dimainkan benalu cantik itu? Jawab aku? Seindah apa benalu yang kini menempel dalam konspirasi semesta ini. Benalu? Pantaskah aku menyebutnya benalu? Aku meneteskan air mata bahkan berteriak konyol demi mendapatkan pernyataan dan jawaban. Tapi percuma, aku mulai berpikir keras aku masih memiliki kebahagiaan yang sedang menantiku disebelah guling tidurku dan disela mentari pagi yang menyinari ruang kamarku yang masuk dari celah celah jendela kamarku.
Hai benalu indah miliknya Dengarkan aku! Mainkan dramamu dan dapatkan karmamu! Tidak ini bukan kutukan inilah yang disebut konspirasi semesta..  ahh tidak bukan itu yang mesti ku katakan padamu..
"Hai benalu indah miliknya, dengarkan aku sekali lagi! Aku mulai memaafkanmu, mencintaimu, bahkan berterima kasih padamu jagalah pemuja senjaku bahagiakan dia dan peluklah dia ketika dia lelah.
Jangan pernah bertanya padaku salahkah kau menjadi benalu dalam relasi cintaku dan dia. Aku tak mampu menjawabnya? Hanya saja jika dia mampu menjaga cintaku ini takakan terjadi. Dan cinta bukan hanya milik aku dan dia tapi kau juga berhak memilikinya..
Aku berhak bahagia tapi mungkin bukan dengannya..
Hai benalu indah miliknya bawalah dia dan tinggalkanlah luka ini untukku yah sakit tapi tidak ada luka yang abadi  :) 

Cinta beda budaya

Angin malam ini membisikkan setiap bisikan rindu yang ada, yah rindu kepada mu, rindu kepada sang pujaan hati. Desiran ombak laut seakan meneriakiku, mau sampai kapan disini? Menunggu mu  datang menemani ku. Cinta ini berawal sejak 4 tahun yang lalu dan hanya sebuah cerita kelam tanpa kau tau rindu dan angan-anganku tentangmu. Rentan waktu yang sangat lama untuk menunggumu. Sejak saat itu masih kusimpan dalam heningnya kalbu , percakapan terakhir yang terekam dalam memori terbaik saat aku bersamamu.
“sayang, dengarkan aku! Aku akan pergi, pergi untuk kembali. Teruslah mengingatku dikala jarak memisahkan kita. Setiap hembusan rindu yang kau miliki percayalah bahwa aku sedang menemanimu dan merindukanmu juga dari kejauhan.”
Aku? Aku hanyalah seorang wanita yang bergelut dengan luka dan berselimutkan kerinduan akan sosoknya yang telah pergi, entahlah akan kah dia kembali atau tidak sama sekali?
“Kamu masih terus memikirkannya?.”
Nada suara yang menjengkelkan itu membuyarkan angan-angan ku tentangnya, aku mengkerutkan dahi dan menatapnya.
“Apalagi Fiona? Masih memikirkannya? Sudah 4 tahun berlalu, lupakan dia. Dia sudah berbahagia disana.”
Ku tuang the hangat ke dalam cangkir ku dan Mila masih saja menggerutu.
“Fio, sudah lah hentikan semua ini, tak ada gunanya memikirkan orang yang sudah tidak bersama kita lagi, kamu masih punya harapan, bertemulah teman-teman dan kembalilah seperti dulu sebelum dia bersamamu.”
“Mil, setiap malam aku menyapanya, ia terus tersenyum ke arahku, aku dan dia pernah punya cerita.”
“terserah kamu aja deh Fio.”
“udah, aku berangkat kerja yah.”
Hari kemarin, hari ini dan hari esok akan tetap sama pikirku, kali ini aku mendapat sebuah E-mail dari manager ku di kantor, yah aku di tugaskan untuk ke India. Keringat dingin membasahi baju yang ku pakai saat ini, Tidak bagaimana bisa ia mengirim ku ke India sendiri sedang untuk berbahasa India saja aku tidak bisa, oh tidak untuk berbahasa inggrispun aku hanya bisa yes, no,  yes , no. Sepertinya, aku harus membicarakan hal ini pada manager ku atau tidak, aku akan mati hari ini juga.
“Fiona, ini passport dan bersiap-siaplah, saya mengandalkan mu.”
“Pak, tapi….”
Besok adalah hari keberangkatan ku ke India, ayah, ibu, Mila, Manager ku semua mengantar aku ke Bandara, tidak habis piker untuk bertanya apa aku akan baik-baik saja pun tidak sama sekali, mereka kompak mengatakan “KAMI BISA MENGANDALKANMU FIONA.”
Sesampainya, aku di India. Aku di sambut oleh beberapa rekan kerja yang akan membawa ku ke Hotel dimana aku akan menginap untuk dua minggu. Kekhawatiran mulai menghantuiku, bayang-bayang masa depan, dan gagal dalam project ini benar-benar sudah di depan mata. Aku sampai di Hotel jam 21.00.
“Tidak, dia akan marah jika aku tak menyapanya malam ini.”
“Hey kamu, gara-gara kamu aku harus kesini seandainya kemarin malam kamu datang, aku tidak harus datang ke tempat asing ini, habislah riwayat ku. Tuhan, jika aku harus mati di tanah rantauan ini semoga mayat ku bisa di pulangkan ke Indonesia, sungguh Tuhan sungguh.”
Trrrtttt, Hp ku bergetar.
“Hai, Fio. Apa kamu baik-baik saja? Oleh-oleh dari sana jangan lupa yah, kayaknya film Sahrul Khan yang terbaru asik tuh, beliin yah.”
“Mila, bukan hanya VCD Sahrul Khan yang bakal kamu dapat sebagai oleh-oleh tapi juga mayat ku.”
“Hahahaha, kamu kecapean makanya ngawur, istrahat gih jangan open mic mulu.”
“Mila, aku ga bisa bahasa Inggris apalagi India….”
Tut.. tut.. tut..
Andai saja Ady disini, aku tahu hanya dia yang mampu mengerti akan semua ini. Aku membaringkan tubuhku di atas kasur Hotel itu dan …
“Hei, aku datang di, aku tahu kamu kesepian sebabnya aku datang menjengukmu ,aku merindukanmu setiap hari, maaf telah membuatmu menunggu lama. Tersenyumlah! Karena senyumanmu membuat aku lebih bahagia menjalani hidup ini. aku menikmati kerasnya hidup karena rindu mu. aku merindukan mu lebih, selelah itukah kamu menunggu ku dulu saat sebelum kita jadian”. Tepat dibelakangku kurasakan ada seseorang yang berdiri. Apalagi ini Tuhan? Dimana-mana ku temukan rindu, kerinduanlah yang memaksaku untuk berada dalam ketidakpastian dan penantian sunyi ini. aku mulai membalikkan badan ku. Seoarang laki-laki tampan berdiri  di depan ku menggunakan jeans dan kemeja coklat. Yah itu Ady, laki-laki yang membuat ku berada dalam ketidakpastian ini. aku mulai memeluknya dan memukulnya dengan tenaga ku awalnya dia hanya berdiam dan menerima perlakuanku. Sampai pada akhirnya dia mulai membisikkan “I love you and miss you so, maaf, maaf, maaf membuatmu merindukan ku banyak” jangankan menghiraukan sepenggal kalimat yang memang ku tunggu untuk berdiri dengan kedua kakiku saja aku rapuh, yah aku rapuh dalam pelukan hangatnya pelukan rindu darinya. Dia mulai melepaskan pelukannya dan membiarkan mataku dan matanya bertatap rindu, haru, dan hanyut dalam air mata. Ady hilang dalam pandangan ku, aku berusaha mencari Ady tapi tak ku dapatkan dia lagi hingga akhirnya aku tersungkur di depan pusara nya. Tidak dy, kamu masih memeluk ku tadi. Tidakkkkk. Ady, yang kurindukan sudah pergi, pergi membawa separuh hati ku, pergi membawa setiap kenangan yang ada, pergi di pelukan Tuhan yang sangat menyayangi nya. Sejak saat itu aku duduk di pusara Ady dan aku tahu yang ku peluk tadi adalah bayang-bayang imajinasi yang ku bentuk sendiri. Tepat  tanggal 18 november 2012.Sebenarnya aku sudah melupakan hari ini! Hari dimana kamu pergi menyapa langit dengan mudah! Hari dimana aku mengucapkan"bangun" untuk terakhir kali. Sudah beberapa tahun terakhir ini, aku berusaha mengubur semuanya, tapi entah? Aku masih belum bisa,kusempatkan waktu ku menulis beberapa harapan untuk mu disana. Aku merindukan mu banyak sekali. tapi, sekarang aku berusaha melupakanmu dua kali lipat dari rindu itu. Teringat canda,tawa, lelucon konyol hari itu yah hari itu. Ikhlas? Aku belajar, bahkan aku harus terjatuh beberapa kali waktu itu.  Sabar? Aku sabar, bahkan aku membiarkanmu terbungkus kain putih dan tertimbun tanah hari itu. Kini, aku menyapamu lewat langit.
Tidakkkkk, Ady! “seperti biasa aku terus mengingat masa kelam itu lagi Tuhan, aku tahu aku bermimpi sama seperti sebelumnya.”
Ku balikkan badanku Tidak, jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi dan aku harus meeting. Semua ku lakukan dengan cepat, aku pergi ke tempat meeting. Bodoh, semalaman aku hanya memikirkan dengan apa mayat ku akan di pulangkan ke Indonesia? Siapa yang akan mengurus? Dan sebagainya hingga akhirnya aku harus terburu-buru.
“Excuse me, your shoes is wrong, one of your shoes you used red and another one you used yellow, hahahha.”
“What?.”
“Your shoes?” sambil menunjuk ke arah sepatu ku.
“astaga, aku tahu hari itu akan kiamat aku salah memakai sepatu, hahahha this is style in Indonesia”
“Oh, you are from Indonesia, I am Ravi, from India.”
“Yes, yes.Fiona. saya harus pergi,  mari”
Cepat-cepat ku tinggalkan Ravi, sesekali aku menoleh kebelakang benar sekali dia sedang menggaruk-garuk rambutnya entah karena bingung atau karena ketombe entahlah. Ku harap aku tidak akan bertemu dengannya lagi.
Aku mengganti sepatu ku dan berjalan-jalan menghirup udara sore di India, ternyata India tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Lama-lama aku merasa nyaman berada di sini.
“Hey, Fiona? What are you doing?.”
“hahaha, acca-acca tumpa si ae.”
“What? I ask you, what.. are .. you.. doing?
Aku membuka kamus portable dan mengecek kata doing.
“Oh, yes I walking hirup udara segar karena di hotel penat.”
Ravi terus tertawa melihat tingkah ku entah karena aku terlihat begitu konyol atau bahkan aku kelihatan gila di hadapannya. Aku memutuskan untuk berjalan dengannya hari itu, dia mengajak ku ke berbagai tempat di India termaksud mengunjungi keajaiban dunia Taj Mahal. Aku mulai membayangkan ada Sahrul Khan yang sedang bermain biola seperti di film Mohabbaten. Aku tersenyum malu, aku terus berbicara bahasa Indonesia dan Ravi berbicara bahasa Inggris dan Bahasa India, sepertinya dia juga kurang lancar berbicara dalam bahasa Inggris. Entahlah, apa yang sedang kami bicarakan yang jelas aku sangat bahagia, aku mempunyai teman di India.
Selama seminggu aku di India, Ravi selalu menemaniku di sela waktu luang ku, kami menghabiskan waktu dengan menyatukan budaya dan bahasa yang berbeda, terasa aneh ketika kamu terus mengoceh dengan bahasa Indonesia dan dia dengan bahasa India.
“Fiona, I love you.”
“Apa?.”
“I love you.”
Tersentak aku menjatuhkan gelas ku, aku menatap Ravi dalam beberapa menit dan aku tahu aku menemukan ady dalam sosok Ravi. Tapi, bagaimana aku bisa bersamanya dengan keadaan seperti ini, aku tahu ini tidak akan mudah.
Besok adalah hari dimana aku harus kembali ke Indonesia, aku merasakan sesuatu yang aneh, aku akan kehilangan Ravi. Aku terus menangis di bahunya malam itu, dia hanya mengusap pelan pipiku kemudian berbisik dengan bahasa planet itu lagi dan aku hanya bisa mengangguk, aku tahu dia merasakan hal yang sama.
Aku kembali ke Indonesia, aku merindukan Ravi. Aku terus menghubunginya tapi sudah beberapa hari ini nomornya tidak bisa di hubungi. Aku mulai berpikir, aku tahu dia pun akan lelah menjalani ini. Aku mulai mempelajari bahasa India, aku membeli kamus bahasa India dan mempelajari kata demi kata. Aku mencoba mengirim E-mail ke ravi.
Namaskar Ravi,
Kaisi ho? Thik hun, itne dino se tum kahan thi? Bhol sakta hun lakin kewal thoda. Mere pas samay hai makanya saya mengirim E-mail untuk kamu.
FIONA
Beberapa saat kemudian, aku mendapat sebuah balasan.
“Fiona, aku senang membaca E-mail kamu, aku juga bisa bahasa Indonesia, hum tumhe pyar karte hae, fiona.”
Aku menutup E-mail itu dengan tersenyum, sekarang ku buka lembar baru ku bersama Ravi, aku akan siap dengan setiap konsekuensinya. Cinta adalah ketulusan dan saling memahami, kami akan mengajarkan kepada mereka bagaimana cinta tidak melihat sisi perbedaan Negara, budaya, bangsa dan kebiasaan.
“Ravi, perbedaan Negara, Budaya dan kebiasaan ini tidaklah mudah, kayaknya kita harus berkerja ekstra untuk mempertahankan hubungan ini. Terimakasih sudah mengajarkan ku arti melengkapi dan mencintai perbedaan, hum tumhe pyar karte hae, Ravi, I love you dan aku cinta kamu.

Baper atau laper?

Hidup di zaman serba canggih, tekhnologi berkembang pesat, bukan hanya dalam bidang tekhnologi tapi ekonomi, budaya bahasa. Iyah bahasa, terutama bahasa gaul yang lebih sering digunakan dari pada bahasa yang menurut EYD. Yaiyalah masa lu gunain “Ibu, berapakah harga ikan bandeng ini satu kilo?.” Ga mungkinlah, tentu bahasa sehari-hari dan bahasa tulisan akan jauh lebih berbeda dari penggunaannya. Nah, kembali lagi ke bahasa bukan hanya bahasa gaul yang berkembang tapi istilah- istilah gaul lainnya seperti PHP (pemberi harapan palsu), caper (cari perhatian), kuper (kurang perhatian) dan belum lama ini, lagi booming istilah BAPER. Eh BAPER sebernarnya apa sih? Baper itu singkatan dari bawa perasaan, tapi sebenarnya artinya ga selalu literally. Ada aja hal yang suka bikin orang baper diantaranya, ini versi gue yah guys, baper karena...., gue yakin bukan cuma gue yang pernah ngerasain baper tapi lu semua, juga pasti pernah ngerasain sindrom ini (hahaha) *devillaugh ( :
Sindir-sindiran di Social Media
Of course, sindiran-sindirian di Social Media suka bikin orang baper.“Teman” update status, niatnyasih nyindir “Dia” eh yang ngerasa, yah “Dia yang lain”. Salah satu yang bikin baper yang beginian ini. Saling update status, saling ngejudge kalau udah bosan yah ngelabrak. Yes, it’s complicated to think.

Liat Foto Mantan sama pacar baru
Kenapa gue masukkin “liat foto mantan sama pacar baru” dideretan hal yang suka bikin orang baper. Yaiyalah, lihat saja. Pas pacaran egois gajelas, jagonya bilang “udah, aku udah capek, udah bosan, putus aja mending.” Eh, pas putus. Si doi masih nulis status galau, dianya ngerasa itu status buat dia. Tiba-tiba jadi ahli stalker, sekalinya stalker lagi sosmednya mantan eh nemu foto yang bikin nyesek. Iyah, foto si mantan sama pacar barunya. Apalagi kalau pacar baru si mantan lebih perfect, lebih cantik. Bapernya masuk high level. Yaudah cuma bisa nangis guling-guling di kamar, gamau makan dan lain-lain. Yah, segitunya kah efek dari baper?.

Diucapin “Met Bobo”
Malam-malam hujan, iyalah kalo jomblo biasanya mintanya hujan sih. Hujan di malam minggu salah satu jenis doa yang mendapat rating tertinggi di kalangan jombloers (haha). Well, kembali lagi nih, malam minggu hujan. Pacar gapunya, tapi ada idola. Idolanya gapeka. Handphone juga sepi, tiap kali ringtone bunyi, eh pas dicek ternyata dari operator atau ga nomor ga jelas yang sms “mama, isikan dulu pulsa 10 di nomor ini” (hahah). Lagi menghayal di sms idola, ternyata doa malam si jomblo di kabulkan, si doi ngucapin met bobo. Loncat kegirangan, ketawa ga jales, nyengir-nyengir kaya iklan pasta gigi. Iyah kan baper, efeknya gitudeh padahal realnya si doi ngucapin met bobo gacuma sama dia tapi ke semua contact di handphonenya (hahah) kalo istilahnya sekarang BC ke semua contact wkwk ( ngenes deh ah!.

Ketemu orang mirip mantan
Ketemu orang mirip mantan juga bisa bikin baper loh! Kenapa? Iyahlah, lagi asyik jalan eh malah ketemu orang mirip mantan, sampai-sampai orangnnya di foto dan upload di fb dengan caption “tadi ketemu dia, sayangnya bukan dia tapi orang yang mirip dia, t4p1 9u3 53n4n9 b9t” hahahha.

Dengerin lagu galau
Ini hal terakhir yang bikin baper versi gue, dengerin lagu galau. Sebenarnya lagu mewakili perasaan tergantung perasaan apa yang sedang kita rasakan. Kenapa lagu galau bisa bikin baperan? Misalnya ginih, punya kenangan manis sama si mantan. Dulu, sering dinyanyiin ini lagu sambil metik gitar. Sosweet bangetlah, eh pas denger lagi itu lagu jadi baperan sendiri. Guling-guling, nangis sampai tidur, lebih-lebih bantal basah bukan karena air mata tapi karena air ingus. Efek baper yah begini ini.

Itu versi gue, apa versi lo?